Radar Baru, Bandung Tahun 2026 menjadi momentum awal perjalanan baru bagi WRBK FamilyTrade, sebuah inisiatif komunitas trading yang menekankan konsistensi, pengelolaan risiko, serta pendekatan rasional dalam menghadapi dinamika pasar keuangan.

WRBK FamilyTrade diinisiasi oleh Apriansyah, yang akrab disapa Ryanz, seorang praktisi pasar keuangan asal Bandung. Berbekal pengalaman sejak 2020, Ryanz meresmikan wadah tersebut bukan sebagai sarana pencarian pengakuan publik, melainkan ruang belajar bersama yang berorientasi pada keberlanjutan perjalanan di market.

“Perjalanan ini tidak dimulai dari titik nol. Ada proses panjang, termasuk fase-fase sulit, yang membentuk cara berpikir saya hari ini,” ujar Ryanz dalam keterangannya.

Dari pengalaman tersebut, Ryanz mengembangkan sebuah kerangka kerja bernama Optimal Risk Concept (ORC). Konsep ini dirancang untuk membantu pengambilan keputusan secara rasional dengan fokus utama pada pengendalian risiko, bukan semata mengejar keuntungan jangka pendek.

Menurut Ryanz, ORC bukanlah sistem instan atau metode cepat kaya. Konsep ini tumbuh dari kebiasaan disiplin seperti pencatatan transaksi, evaluasi berkala, serta kesediaan menerima kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Orientasi utamanya adalah menjaga ketahanan akun agar tetap berkelanjutan di tengah volatilitas pasar.

“Targetnya bukan seberapa sering profit, tetapi bagaimana akun bisa bertahan. Profit adalah konsekuensi dari proses yang dijalankan dengan benar,” jelasnya.

Berdasarkan catatan internal yang dibagikan, pendekatan tersebut menghasilkan performa yang relatif stabil, dengan tingkat kemenangan (winrate) sekitar 77 persen serta drawdown yang terjaga di kisaran 11 persen. Meski demikian, Ryanz menegaskan bahwa data tersebut bukan jaminan hasil di masa depan dan tetap mengandung risiko sebagaimana aktivitas perdagangan pada umumnya.

Peresmian WRBK FamilyTrade pada awal 2026 disebut sebagai kelanjutan alami dari perjalanan tersebut. Komunitas ini memposisikan diri sebagai “keluarga kecil” yang memilih berjalan secara bertahap, memahami risiko, serta menjadikan market sebagai ruang belajar, bukan arena spekulasi tanpa perhitungan.

“Tahun 2026 bukan akhir, melainkan langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang,” pungkas Ryanz.

Sebagai informasi, aktivitas perdagangan di pasar keuangan memiliki risiko tinggi dan memerlukan pemahaman serta pengelolaan risiko yang matang. Masyarakat diimbau untuk bersikap bijak, tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan, serta memastikan setiap keputusan finansial diambil secara sadar dan bertanggung jawab.