Jakarta – Kemenangan Tasya asal Tangerang sebagai Juara 1 Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar langsung memicu beragam reaksi dari penonton televisi maupun warganet. Selain mengapresiasi prestasi Tasya, perhatian publik juga tertuju pada sistem Virtual Gift yang kembali menjadi perbincangan hangat.
Sejak awal penayangan DA7, mekanisme voting berbasis Virtual Gift memang menuai pro dan kontra di kalangan penggemar dangdut. Sistem ini dinilai membawa warna baru dalam kompetisi, namun di sisi lain dianggap menggeser esensi ajang pencarian bakat bernyanyi.
Cara Kerja Sistem Virtual Gift di Dangdut Academy
Virtual Gift memungkinkan penonton memberikan dukungan kepada peserta favorit secara real time melalui aplikasi Vidio. Setiap gift yang dikirim akan dikonversi menjadi poin voting yang berpengaruh langsung terhadap hasil kompetisi, termasuk kelolosan peserta ke babak berikutnya.
Fitur ini juga menghadirkan interaksi tambahan seperti live chat dan pesan personal, yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih emosional dan interaktif. Bagi peserta, Virtual Gift juga memiliki nilai ekonomi karena sebagian hasilnya dapat dicairkan untuk kebutuhan mereka.
Tak dapat dimungkiri, sistem ini memberikan keuntungan finansial besar bagi penyelenggara. Indosiar disebut mempertahankan mekanisme Virtual Gift karena nilai ekonominya yang signifikan, dengan estimasi pendapatan mencapai miliaran rupiah selama satu musim.
Kritik Netizen: Dinilai Kurang Adil
Di sisi lain, kritik keras datang dari warganet yang menilai sistem Virtual Gift membuat hasil kompetisi tidak sepenuhnya ditentukan oleh kualitas vokal. Peserta dengan dukungan Virtual Gift bernilai besar—bahkan mencapai puluhan juta rupiah—dinilai memiliki keunggulan signifikan dibandingkan peserta lain.
Sebagian netizen menilai sistem ini kurang adil karena bakat menyanyi bisa kalah oleh kekuatan finansial pendukung. Selain itu, pembagian hasil Virtual Gift juga menjadi sorotan, lantaran disebut-sebut sebagian besar dana justru masuk ke pengelola, bukan sepenuhnya ke peserta.
Tak sedikit nama peserta berbakat yang gugur lebih awal kemudian disebut warganet sebagai korban sistem Virtual Gift, meskipun memiliki kemampuan vokal yang mumpuni.
Perdebatan Masih Berlanjut
Kemenangan Tasya di DA7 sekaligus menegaskan efektivitas sistem Virtual Gift dalam menentukan hasil akhir kompetisi. Namun demikian, perdebatan soal keadilan dan esensi ajang pencarian bakat masih terus bergulir di kalangan penonton.
Bagi sebagian orang, Virtual Gift adalah inovasi hiburan modern. Namun bagi lainnya, sistem ini dianggap perlu evaluasi agar Dangdut Academy tetap menempatkan kualitas vokal sebagai faktor utama penilaian.




