Sertifikasi ISO menjadi bagian penting dalam pengelolaan bisnis modern, terutama untuk memastikan standar operasional yang tinggi. Di Indonesia, banyak perusahaan mencari jasa pengurusan sertifikasi seperti ISO 37001 dan ISO 22000 untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu ISO 37001 dan ISO 22000, serta mengapa sertifikasi ini relevan bagi bisnis, sesuai dengan prinsip jurnalistik yang netral dan faktual sebagaimana diatur oleh Dewan Pers.
Apa Itu ISO 37001?
ISO 37001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Anti-Penyuapan. Standar ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 2016, dengan tujuan membantu organisasi mencegah, mendeteksi, dan menangani praktik suap. ISO 37001 berfokus pada pembangunan budaya integritas dalam perusahaan, melalui kebijakan, prosedur, dan kontrol yang sistematis.
Secara spesifik, standar ini mencakup beberapa elemen utama.
- Pertama, penilaian risiko penyusupan, di mana perusahaan mengidentifikasi potensi ancaman suap berdasarkan operasional, lokasi, dan interaksi dengan pihak ketiga.
- Kedua, penerapan kebijakan anti-penyuapan yang mencakup pelatihan karyawan, mekanisme pelaporan, dan investigasi internal.
- Ketiga, pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan kepatuhan.
Proses sertifikasi ISO 37001 melibatkan audit oleh lembaga akreditasi independen, seperti Badan Sertifikasi ISO di Indonesia. Perusahaan harus menunjukkan bukti implementasi, termasuk dokumentasi dan catatan kegiatan.
Standar ini bersifat sukarela, tapi sering menjadi persyaratan dalam tender pemerintah atau kerjasama internasional. Di Indonesia, ISO 37001 selaras dengan Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, sehingga membantu perusahaan mematuhi regulasi nasional.
ISO 37001 tidak hanya untuk perusahaan besar, tapi juga usaha kecil dan menengah yang ingin membangun reputasi baik. Implementasinya bisa disesuaikan dengan skala bisnis, mulai dari sektor keuangan hingga manufaktur.
Dengan standar ini, perusahaan bisa mengurangi risiko hukum dan finansial yang timbul dari kasus penyusupan.
Apa Itu ISO 22000?
ISO 22000 merupakan standar untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Diterbitkan pertama kali pada 2005 dan direvisi pada 2018, standar ini dirancang untuk organisasi di seluruh rantai pasok pangan, dari petani hingga retailer. Tujuannya adalah memastikan bahwa makanan aman dikonsumsi, dengan mengintegrasikan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan elemen manajemen mutu.
Elemen kunci ISO 22000 meliputi komunikasi interaktif antar pemangku kepentingan, manajemen sistem, program prasyarat, dan prinsip HACCP. Misalnya, perusahaan harus menganalisis bahaya potensial seperti kontaminasi bakteri atau bahan kimia, kemudian menetapkan titik kontrol kritis untuk pencegahan. Standar ini juga menekankan pelacakan dan penarikan produk jika diperlukan.
Di Indonesia, ISO 22000 relevan dengan regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta standar halal. Sertifikasi ini diberikan setelah audit eksternal yang memverifikasi implementasi.
Prosesnya mencakup persiapan dokumen, pelatihan tim, dan uji coba sistem. Standar ini berlaku untuk berbagai industri, seperti pengolahan makanan, pertanian, dan distribusi.
ISO 22000 membantu perusahaan mengelola risiko keamanan pangan secara holistik, bukan hanya memenuhi persyaratan minimum. Revisi 2018 menambahkan pendekatan berbasis risiko, yang membuatnya lebih fleksibel untuk bisnis global. Bagi usaha kecil, implementasi bisa dimulai dari program dasar seperti higiene dan sanitasi.
Pentingnya Sertifikasi ISO Bagi Bisnis
Sertifikasi ISO seperti 37001 dan 22000 memberikan nilai tambah signifikan bagi bisnis. Pertama, meningkatkan kredibilitas. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa perusahaan memenuhi standar internasional, yang bisa menarik investor, pelanggan, dan mitra. Di pasar kompetitif, hal ini membedakan bisnis dari kompetitor yang belum tersertifikasi.
Kedua, efisiensi operasional. Proses implementasi ISO mendorong perbaikan sistem internal, seperti pengurangan pemborosan atau peningkatan pengendalian risiko. Untuk ISO 37001, ini berarti penghematan dari menghindari denda korupsi, sementara ISO 22000 mengurangi kerugian akibat recall produk. Bisnis bisa menghemat biaya jangka panjang melalui prosedur yang lebih terstruktur.
Ketiga, akses pasar lebih luas. Banyak negara mensyaratkan sertifikasi ISO untuk impor-ekspor, terutama di sektor pangan dan keuangan. Di Indonesia, sertifikasi ini mendukung program pemerintah seperti Making Indonesia 4.0, yang menekankan industri berkelanjutan. Bisnis dengan ISO juga lebih mudah mendapatkan tender atau sertifikasi tambahan seperti halal.
Keempat, manajemen risiko yang lebih baik. ISO membantu mengidentifikasi ancaman dini, sehingga perusahaan lebih tangguh terhadap perubahan regulasi atau krisis. Misalnya, selama pandemi, bisnis dengan ISO 22000 lebih cepat beradaptasi dengan protokol keamanan baru.
Kelima, kepuasan stakeholder. Karyawan merasa lebih aman bekerja di lingkungan yang terintegritas, sementara pelanggan percaya pada produk yang aman. Secara keseluruhan, sertifikasi ISO bukan hanya formalitas, tapi investasi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Namun, proses pengurusan memerlukan komitmen, termasuk biaya dan waktu.
Jasa Pengurusan ISO 37001 dan ISO 22000
Bagi bisnis yang membutuhkan bantuan, jasa pengurusan sertifikasi bisa menjadi solusi. Urusinusahamu.com siap memberikan layanan jasa pengurusan ISO 37001 dan ISO 22000, termasuk konsultasi dan pendampingan. Layanan ini membantu perusahaan mempersiapkan dokumen dan melewati audit dengan lancar.
Dalam konteks ekonomi Indonesia, sertifikasi ISO mendukung visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing global. Pelaku bisnis disarankan berkonsultasi dengan ahli untuk memulai proses.
Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui situs resmi ISO atau lembaga nasional seperti Badan Standardisasi Nasional (BSN). Jika memerlukan pendampingan profesional, kunjungi https://www.urusinusahamu.com/ untuk layanan yang sesuai kebutuhan.




