Radar Baru, Jakarta — Kisah Lost and Found adalah cerita tentang keberanian memulai dari
kecil dan bertumbuh melalui proses. Dimulai dari jasa titip sederhana pada 2017–2018, bisnis ini
dibangun oleh Karina Soeyono dan Catherine Claudia Oendoen, dua perempuan yang percaya
bahwa kolaborasi adalah kunci pertumbuhan.
Pandemi menjadi titik balik penting. Ketika banyak usaha berhenti, Lost and Found
bertransformasi secara digital. Hingga 2023, meningkatnya kepercayaan pelanggan membuat
bisnis preloved ini semakin solid.
Momentum besar hadir pada Desember 2024 saat bazaar pertama digelar di Lobi-Lobi SCBD.
Sejak saat itu, Lost and Found berkembang menjadi platform yang bukan hanya menjual barang
preloved, tetapi juga membangun komunitas.
Perjalanan berlanjut ke berbagai lokasi seperti Kopi Kalyan Wijaya, Mardin Baklava, dan lainnya,
sebelum akhirnya mencapai skala yang lebih besar melalui “Ramadhan Sorea by Lost and Found”
di Bidakara A Point pada Februari 2026.
Dengan 50 tenant dan rangkaian aktivitas pendukung, Lost and Found membuktikan bahwa
bisnis yang dibangun dengan nilai keberlanjutan dan pemberdayaan dapat tumbuh menjadi
gerakan komunitas yang berdampak


