Radar Baru, Cilacap — Bagi generasi yang lahir pada era 1990-an hingga awal 2000-an, genre musik seperti pop punk dan rock alternatif bukanlah hal asing. Pada masa tersebut, lagu-lagu dengan karakter kuat, lirik sederhana namun bermakna, serta aransemen yang mudah diterima telinga menjadi bagian dari keseharian pendengar musik Indonesia.

Deretan lagu populer seperti Dan dari Sheila On 7 maupun Roman Picisan milik Dewa 19 kerap menghiasi siaran radio lokal hingga nasional. Pada periode tersebut, media penyebaran musik masih terbatas, sehingga hanya musisi dengan kemampuan musikal yang mumpuni yang mampu menembus ruang publik.

Kondisi ekosistem musik pada masa itu turut membentuk karakter karya yang lahir dari pengalaman personal para musisi. Lagu-lagu seperti Jadi Pacarmu, Ibu, hingga Masih Ada Waktu dikenal sebagai representasi cerita kehidupan yang dikemas dalam balutan nada sederhana, namun emosional dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Fenomena tersebut kini kembali menginspirasi musisi muda untuk menghadirkan karya yang jujur dan berangkat dari pengalaman pribadi. Salah satunya adalah Alfan Ismail, yang melihat era tersebut sebagai pijakan penting dalam membangun identitas bermusik di tengah derasnya arus industri digital saat ini.

Menurut Alfan, berkarya secara konsisten menjadi tujuan utama dalam perjalanan musiknya. Ia menegaskan bahwa rencana jangka panjang yang ingin diwujudkan adalah terus menciptakan lagu sekaligus berkontribusi dalam meramaikan belantika musik Indonesia, khususnya pada pengembangan skena musik independen di Kabupaten Cilacap.

“Ke depan, saya ingin tetap berkarya dan ikut menghidupkan musik indie di Cilacap agar bisa dikenal lebih luas,” ujar Alfan.

Ia menilai bahwa semangat bermusik era 90-an dan 2000-an masih relevan hingga saat ini, terutama dalam hal kejujuran lirik dan kekuatan musikalitas. Dengan memadukan pengaruh musik masa lalu dan pendekatan kreatif masa kini, Alfan berharap karyanya dapat diterima oleh generasi lama maupun pendengar baru.

Di tengah kemudahan distribusi musik digital, Alfan optimistis bahwa karya yang lahir dari proses dan pengalaman nyata tetap memiliki tempat tersendiri di hati penikmat musik Tanah Air.