Yogyakarta, radarbaru.com – SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi perkembangan murid secara utuh melalui kegiatan konsultasi hasil tes minat dan bakat bagi murid kelas X. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026 dengan menggandeng Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang dan menghadirkan 18 orang psikolog profesional untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada para murid dan orang tua.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan personal (cura personalis) yang menjadi ciri khas pendidikan di SMA Kolese De Britto. Melalui pendekatan ini, sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga berupaya membantu murid mengenali potensi diri, minat, serta arah pengembangan masa depan mereka.
Dalam proses konsultasi ini, setiap murid bersama orang tuanya memperoleh penjelasan mendalam mengenai hasil tes psikologi yang telah dilakukan sebelumnya. Para psikolog dari SCU memberikan gambaran tentang potensi kognitif, kecenderungan minat, gaya belajar, serta kekuatan personal murid, sehingga hasil tes tidak sekadar menjadi angka atau laporan tertulis, tetapi menjadi bahan refleksi yang bermakna bagi perjalanan pendidikan mereka.
Pendampingan ini juga menjadi bekal penting bagi murid dalam menentukan pilihan peminatan di kelas XI, sekaligus membantu mereka mulai membangun gambaran tentang pilihan jurusan di perguruan tinggi ketika memasuki kelas XII. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan terkait masa depan tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui pemahaman yang lebih utuh mengenai potensi diri.
Lebih dari itu, kegiatan konsultasi ini juga dimaksudkan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua. Melalui penjelasan dari psikolog, orang tua dapat memahami potensi serta kecenderungan anak secara lebih objektif. Hal ini diharapkan dapat membantu keluarga mendiskusikan rencana masa depan secara lebih realistis dan selaras, sehingga anak dan orang tua memiliki persepsi yang sama dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya.

“Konsultasi ini bukan sekadar membaca hasil tes, tetapi menjadi ruang dialog antara murid, orang tua, dan psikolog untuk memahami potensi anak secara lebih mendalam,” ungkap Ibu Emiliana Primastuti salah satu psikolog sekaligus sebagai Direktur Pusat Psikologi Terapan (PPT) Soegijapranata Catholic University (SCU) yang terlibat dalam kegiatan ini.
Salah satu orang tua murid kelas X5 Ibu Yuli yang berprofesi juga sebagai seorang guru SMP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami potensi anak secara lebih jelas.
“Melalui konsultasi ini kami sebagai orang tua jadi lebih memahami kekuatan dan minat anak kami. Kadang sebagai orang tua kita memiliki harapan tertentu, tetapi melalui penjelasan psikolog kami bisa melihat potensi anak secara lebih objektif. Hal ini sangat membantu kami berdiskusi bersama anak tentang masa depannya,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu murid kelas X2 yang sering dipanggil Bumi yang mengikuti konsultasi tersebut. Ia merasa kegiatan ini membantunya mengenal diri sendiri secara lebih mendalam.
“Saya jadi lebih tahu kemampuan dan minat saya sebenarnya ada di mana. Dari hasil tes dan penjelasan psikolog, saya mendapat gambaran bidang yang cocok untuk saya kembangkan. Hal ini membuat saya lebih percaya diri dalam menentukan pilihan ke depan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan konsultasi, untuk memberikan akses yang lebih luas bagi seluruh keluarga murid, konsultasi dilaksanakan dengan dua skema pendampingan. Bagi orang tua yang dapat hadir di sekolah, sesi konsultasi dilakukan secara langsung (offline) di lingkungan sekolah sehingga diskusi dapat berlangsung lebih personal. Sementara itu, bagi orang tua yang tidak dapat datang langsung, sekolah juga menyediakan konsultasi secara daring (online) agar tetap dapat mengikuti proses pendampingan bersama anaknya.
Melalui kegiatan ini, SMA Kolese De Britto berharap setiap murid semakin mengenal dirinya sendiri, memahami potensi yang dimiliki, serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang. Pendampingan semacam ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran diri dan arah hidup yang jelas.
Berdasarkan semangat pendidikan yang menempatkan murid sebagai pribadi yang unik dan berharga, kegiatan konsultasi minat dan bakat ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan mengambil keputusan masa depan secara bijaksana.
Oleh: Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M (Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta)




