Yogyakarta, radarbaru.com — Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Februari 2026 dari Universitas Sebelas Maret dilaksanakan selama 45 hari di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. KKN UNS Kelompok 130 beranggotakan 10 mahasiswa lintas program studi, yakni Ilmu Administrasi Negara, Teknik Sipil, Ilmu Hukum, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Sastra Inggris, Teknologi Pendidikan, serta Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.
Kelompok ini didampingi dosen pembimbing lapangan Titi Wahyuni S.Pd., M.Sc., dengan Alif Arnenda sebagai ketua. Tema kegiatan mengusung edukasi pendampingan pemberdayaan masyarakat dalam penguatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Berangkat dari potensi peternakan dan pertanian desa yang dinilai belum terkelola secara terintegrasi, tim KKN menggagas program Desain Perencanaan Partisipatif Wisata Edukasi Berbasis Potensi Lokal. Inisiatif ini diarahkan untuk mengembangkan kawasan peternakan dan pertanian “Sumber Tumuwuh” sebagai eduwisata agro-farm yang memiliki fungsi pendidikan, rekreatif, sekaligus ekonomi. Program juga melibatkan perangkat desa dan pengelola lapangan dalam proses perencanaan guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
Pemaparan desain dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026 di Ruang Rapat Kantor Kalurahan Sumberharjo. Kegiatan dihadiri perwakilan pengelola Sumber Tumuwuh serta perangkat desa, termasuk Ulu-ulu, Carik, dan Lurah Kalurahan Sumberharjo. Materi disampaikan oleh penanggung jawab program Raeza Falevy dan Alif Arnenda, meliputi konsep eduwisata agro-farm, visi pengembangan kawasan, pemetaan lokasi, penataan infrastruktur, alur pengunjung dan pengelola, hingga visualisasi rancangan dalam bentuk dua dan tiga dimensi. Kegiatan ditutup dengan penyerahan dokumen desain kepada pihak kalurahan dan pengelola sebagai rujukan awal pengembangan kawasan.
Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara terencana serta menjadi acuan awal bagi pemerintah desa dalam pengembangan wilayah berbasis peternakan dan pertanian. Realisasi pengembangan kawasan masih memerlukan konsistensi pelaksanaan dan dukungan pendanaan yang memadai.
Kegiatan mendapat apresiasi dari peserta undangan yang menilai rancangan tersebut berpotensi memberikan dampak multidimensi bagi masyarakat. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi menunjukkan konsep yang dipaparkan dapat diterima dan dipahami sebagai langkah awal penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.




