Tangerang, radarbaru.com – Lomba Peneliti Belia (LPB) Nasional 2025, ajang kompetisi penelitian terbesar bagi pelajar tingkat menengah di Indonesia, resmi dibuka. Acara yang diselenggarakan oleh Center for Young Scientists (CYS) ini bekerja sama dengan UMN sebagai tuan rumah, menghadirkan ratusan peneliti muda dari berbagai provinsi untuk menunjukkan kemampuan dan gagasan ilmiah terbaik mereka pada babak penyisihan yang dimulai hari ini.
Pembukaan acara yang berlangsung di Function Hall UMN dipadati oleh 532 peserta lomba, dengan didampingi Guru berjumlah 207, serta jajaran juri. LPB Nasional 2025 menjadi tahap seleksi penting sebelum para pemenang melangkah menuju kompetisi tingkat internasional. Ajang ini membuka ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas ilmiah di 10 kategori penelitian, mulai dari bidang Komputer, Fisika, Matematika, Lingkungan, Ilmu Hayati, Sosiologi, Ekonomi, Psikologi, Geografi, dan Sejarah.
Sambutan secara Virtual oleh Rektor UMN : Cetak Talenta Masa Depan Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko,M. Sc., Ph.D., menyampaikan kebanggannya atas kembali dipercayanya UMN sebagai tuan rumah ajang nasional yang bergengsi.
“Sebuah kehormatan bagi kita Universitas Multimedia Nusantara dapat menyambut kehadiran Bapak/Ibu Guru Dewan Juri dan adik-adik peserta Lomba Peneliti Belia Nasional 2025 dari berbagai daerah Indonesia, yang merupakan tahun ke 3 UMN menjadi tuan rumah LPBN. Saat ini kita sedang mengalami dua trend global yang sangat transformatif dan akan sangat mempengaruhi kehidupan kita ekonomi digital yang didorong oleh kemajuan Artificial Intelligence (AI), big data, dan otomasi sedang mengubah industri serta cara kita hidup bekerja dan belajar serta perubahan iklim yang menjadi salah satu tantangan terbesar di masa kini. Maka UMN fokus di dua bidang AI dan Sustainability untuk menjadi negara maju tidak bisa hanya mengandalkan pada sumber daya alam, banyak negara maju yang unggul karena hasil inovasi yang diwujudkan dalam produk-produk dengan teknologi maju dan bernilai tambah tinggi.” ucap Ir. Andrey Andoko,M. Sc., Ph.D.
Sambutan Monika Raharti, Ph.D selaku Direktur Center of Young Scientist, menekankan pentingnya integritas dan metode ilmiah dalam penelitian.
“LPBN 2025 (Lomba Peneliti Belia Nasional) dimulai pada tahun 2006, diawali oleh tiga siswa Indonesia yang berasal dari Tangerang, Semarang, dan Papua. Mereka berhasil meraih penghargaan di Amerika Serikat, yang pada saat itu merupakan ajang konferensi penelitian pertama. Setiap tahun, sekitar 2.000 siswa terlibat, dan di tingkat nasional saat ini pada LPBN 2025 mencapai 532 siswa. Penelitian bukan sekadar persoalan kedalaman ilmu, tetapi persoalan integritas, disiplin, dan metode ilmiah.” ucap Monika Raharti, Ph.D.
Pada kesempatan ini, Novily Chandra selaku Regional Head BN 02 dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, turut menyampaikan sambutan menyampaikan sambutan terkait komitmen Danamon dalam mendukung pengembangan pendidikan serta peran generasi muda melalui Lomba Peneliti Belia.
“Danamon bangga dapat mendukung diadakannya Lomba Peneliti Belia di Universitas Multimedia Nusantara tahun ini. Kehadiran Danamon sebagai sponsor merupakan wujud nyata dari visi Danamon untuk peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan. Kami sangat percaya bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama untuk mencapai kesejahteraan tersebut. Kami juga optimis, bahwa acara ini akan menjadi upaya yang signifikan untuk membantu mahasiswa mengembangkan diri dan mempersiapkan karir. Partisipasi dan dukungan Danamon untuk rangkaian acara Lomba Peneliti Belia ini sejalan dengan fokus Danamon pada ekosistem pendidikan, terutama dari segi membangun masa depan Siswa bersama Danamon sebagai penerus bangsa. Kami mewujudkannya melalui berbagai kerja sama strategis dengan mitra yang terkemuka dan berpengalaman dalam bidang pendidikan di Indonesia. ” ucap Bu Novily Chandra.
Kemdiktisaintek : Riset jadi Fondasi Indonesia Masa Depan Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto, S.T., M.T., menegaskan pentingnya berpikir kritis dan analitis bagi generasi muda.
“Para peserta berkompetisi dalam dua bidang riset yang berbeda, yang sering kita dengar yaitu riset sosial humaniora dan juga riset STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), berbagai topik tadi disampaikan oleh Bapak Menteri, hasil diskusi juga penerangan dari Bu Wakil Menteri”, ucap Bapak Adi Nuryanto, S.T., M.T. Selaku Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek. Dengan demikian, peserta mendapatkan gambaran lengkap mengenai ruang lingkup riset yang dilombakan.”
“Bapak Ibu sekalian yang kami hormati, di tengah perubahan dunia yang menjadi cepat kemampuan riset, yaitu berpikir kritis, analitis, kreatif, dan terbuka adalah fondasi penting untuk membangun masa depan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk melibatkan masyarakat sains dan teknologi di Indonesia, mari kita jadikan Lomba Peneliti Belia Nasional 2025 ini sebagai pembuka untuk melahirkan generasi peneliti muda yang berdaya saing global.”, lanjut Adi.
“Kepada adik-adik penduduk dunia, hari ini adik-adik telah membuktikan bahwa rasa penasaran, kerja keras, dan ketekunan dapat membawa adik-adik hingga ke tahap nasional ini. Jangan takut untuk gagal dan jangan berhenti bertanya, karena dalam setiap percobaan, setiap diskusi, dan setiap revisi merupakan bagian dari perjalanan untuk menjadi ilmuwan sejati.” ucap Adi Nuryanto, S.T., M.T.
Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan robot yang mengantarkan pemukul gong untuk diberikan kepada Bapak Adi Nuryanto, S.T., M.T. – Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, yang dimana robot tersebut dirancang sendiri oleh Mahasiswa Teknik Elektro UMN.




