Bogor, radarbaru.com — Mahasiswa KKN-T IPB University melaksanakan program “Lestari Raga: Sampah Terkelola, Bumi Terjaga” sebagai bentuk fasilitasi peningkatan kapasitas kader lingkungan dan ibu-ibu PKK Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diwujudkan melalui kunjungan edukatif ke School of Waste Management (SWAM) yang berlokasi di Jl. Gardu Dalam No. 48B, RT 02/RW 01, Kelurahan Margajaya, Kota Bogor.
Program ini berangkat dari masih rendahnya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, yang menyebabkan meningkatnya volume sampah tercampur dan memperbesar beban pengelolaan di hilir. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pemahaman masyarakat mengenai dampak lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, sekaligus pentingnya perubahan perilaku dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Dalam kegiatan ini, tim KKN-T berperan sebagai fasilitator yang menjembatani masyarakat Desa Sirnagalih dengan lembaga edukasi pengelolaan sampah yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis. Penyampaian materi dan pendampingan teknis dipandu oleh instruktur SWAM. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. selaku pendiri sekaligus tenaga ahli SWAM turut memberikan pemaparan mengenai konsep pengelolaan sampah terpadu, urgensi pemilahan sampah organik dan anorganik, serta implikasinya terhadap keberlanjutan lingkungan.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan berbasis media visual, serta diskusi interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta. Selain memperoleh pemahaman konseptual, kader KRL dan ibu-ibu PKK juga melakukan observasi langsung terhadap sistem pengolahan sampah di SWAM, khususnya pengelolaan sampah organik. Pengalaman belajar secara langsung ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sampah dapat dikelola secara sistematis hingga memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai peluang penerapan sistem serupa di Desa Sirnagalih. Ketertarikan tersebut menunjukkan adanya kesiapan sosial untuk mulai mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri di lingkungan rumah tangga masing-masing. Penekanan diberikan pada pembentukan kebiasaan yang konsisten sebagai fondasi penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat desa.
Ibu Dini selaku Ketua Pokja 3 menyampaikan harapannya agar pengetahuan dan sistem pengelolaan sampah yang dipelajari di SWAM dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program lingkungan di Desa Sirnagalih, khususnya melalui penguatan peran KRL di setiap wilayah. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan baru sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat.
Melalui program Lestari Raga, mahasiswa KKN-T menegaskan perannya sebagai penghubung antara masyarakat dan sumber pembelajaran yang kredibel. Fasilitasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif serta mendorong transformasi perilaku menuju sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih tertib, berkelanjutan, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Untuk lebih lanjut dapat di cek di akun instagram tim KKN @explore.sirnagalih




