Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengajak seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk bersama-sama menyiapkan Muktamar ke-35 NU melalui jalan yang sah, bermartabat, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ajakan tersebut disampaikan Gus Yahya saat membacakan Surat Pernyataan PBNU Nomor 4937/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 tentang Tanggapan atas Tabayun Rais Aam: Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan, di Lobi Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

“Mari kita bersama-sama, dalam semangat musyawarah, menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional, demi kebaikan NU ke depan,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menekankan bahwa dinamika yang terjadi di internal NU hendaknya disikapi dengan kedewasaan dan kebesaran hati, agar tidak berkembang menjadi perpecahan yang berkepanjangan. Ia mengingatkan bahwa NU adalah rumah besar yang dibangun di atas nilai ukhuwah, kebersamaan, dan khidmah.

Menurutnya, energi jam’iyah seharusnya tetap diarahkan untuk melayani umat dan menjaga kemaslahatan bersama, sembari persoalan organisasi diselesaikan melalui mekanisme yang bijaksana dan konstitusional.

“Mari kita tetap bekerja mengurusi jam’iyah, merawat kebersamaan, dan tidak saling menyakiti di tengah perbedaan pandangan,” tuturnya.

Dalam pernyataannya, Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru, demi menjaga suasana yang sejuk dan kondusif di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Saya mengajak semua pihak, termasuk diri saya sendiri, untuk saling memaafkan dan melangkah bersama dengan semangat persaudaraan,” katanya.

Terkait dinamika yang berkembang, Gus Yahya mengajak seluruh elemen NU untuk melihat persoalan secara utuh, jernih, dan bijaksana, serta menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Ia berharap, Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum konsolidasi dan penguatan persatuan, sekaligus sarana untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar NU sebagaimana diwariskan oleh para pendiri.

“NU akan terus melangkah maju jika kita menjaga adab, persaudaraan, dan konstitusi bersama,” pungkasnya. (NU Online)