Ambarawa, radarbaru.com – Di tengah pesatnya digitalisasi pendidikan, infrastruktur teknologi yang mumpuni menjadi kunci keberhasilan, terutama dalam seleksi akademis tingkat tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Whitecyber, perusahaan konsultan teknologi dan riset yang berbasis di Ambarawa, membuka akses infrastruktur komputasinya untuk mendukung talenta muda daerah.

Baru-baru ini, fasilitas laboratorium riset Whitecyber yang biasanya digunakan untuk pengolahan Big Data dan pengembangan Google Cloud, dialihfungsikan sementara untuk memfasilitasi ujian seleksi online masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Faris Dedi Setiawan, CEO Whitecyber
Faris Dedi Setiawan, CEO Whitecyber. (Foto: Dok/Ist).

Faris Dedi Setiawan, CEO Whitecyber sekaligus Google Cloud Innovator, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) untuk memastikan putra-putri daerah tidak gagal dalam ujian krusial hanya karena kendala teknis atau sinyal internet.

“Kami biasa menangani data riset skala global dengan standar keamanan dan kecepatan tinggi. Kami berpikir, kenapa fasilitas ‘sultan’ ini tidak kita pinjamkan ke tetangga atau pelajar yang sedang berjuang demi masa depannya? Bagi kami, teknologi baru bermakna jika ia menjadi solusi bagi komunitas sekitar,” ujar Faris di kantornya, [Hari ini/Kemarin].

Salah satu peserta ujian, Elio, tampak memanfaatkan workstation berspesifikasi tinggi di kantor Whitecyber untuk mengerjakan soal-soal seleksi yang menuntut koneksi stabil tanpa latensi (zero latency). Fasilitas ini menjamin proses ujian berjalan lancar tanpa gangguan teknis (lag) yang sering menjadi momok bagi peserta ujian online dari rumah.

Transformasi Menjadi Mitra Riset Terpercaya

Selain mendukung kegiatan sosial pendidikan, Whitecyber yang telah berdiri sejak 2006 dikenal sebagai mitra strategis bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana. Perusahaan ini memiliki spesialisasi dalam Keamanan Siber, Audit Plagiasi (Turnitin No-Repository), dan Analisis Data Statistik.

“Visi kami adalah menjadikan Ambarawa sebagai salah satu hub teknologi riset di Jawa Tengah. Kami ingin membuktikan bahwa dari kota kecil ini, kita bisa memberikan layanan berstandar internasional yang amanah dan profesional,” tambah Faris.

Langkah Whitecyber membuka pintu bagi masyarakat dan akademisi ini diharapkan dapat memacu semangat literasi digital di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya.