Tangerang, radarbaru.com — Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Islam Cikal Cendekia, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, melalui pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk pembuatan lagu edukatif sebagai media pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru aktif dan difokuskan pada peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan literasi digital tenaga pendidik di lingkungan PAUD, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran berbasis karakter.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen memperkenalkan penggunaan platform Suno AI, sebuah teknologi berbasis web yang memungkinkan pengguna mengubah teks atau lirik sederhana menjadi lagu lengkap dengan melodi, instrumen, dan vokal secara otomatis. Teknologi ini dikenalkan sebagai alternatif media bantu bagi guru agar dapat mengembangkan lagu pembelajaran yang lebih kontekstual sesuai tema belajar di sekolah.
Ketua tim pelaksana, Muhammad Patria, S.T., M.M.S.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan kebutuhan nyata mitra sekolah yang selama ini masih mengandalkan lagu-lagu umum dari internet sebagai media pembelajaran.
“Kami melihat bahwa guru sebenarnya memiliki banyak ide kreatif, tetapi sering terkendala pada aspek teknis untuk mewujudkannya menjadi media pembelajaran yang siap digunakan. Melalui pelatihan ini, kami memperkenalkan teknologi yang dapat membantu guru menerjemahkan ide sederhana menjadi lagu edukatif yang lebih relevan dengan kebutuhan kelas,” ujarnya.
Menurutnya, lagu memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran anak usia dini karena anak lebih mudah mengingat informasi yang disampaikan melalui irama dan pengulangan lirik. Selain membantu daya ingat, lagu juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kebersihan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengenalan konsep dasar teknologi, penyusunan lirik edukatif, demonstrasi penggunaan platform, hingga praktik mandiri oleh peserta. Pada sesi praktik, para guru diminta menyusun lirik sederhana yang disesuaikan dengan tema pembelajaran yang biasa digunakan di kelas, seperti persahabatan, kebersihan lingkungan, keselamatan di jalan, dan kegiatan sehari-hari anak.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah demonstrasi pembuatan lagu secara langsung oleh tim fasilitator. Dalam sesi tersebut, lirik sederhana bertema lampu lalu lintas diolah menjadi lagu edukatif dengan ritme ceria dan mudah diingat, sebagai contoh media pembelajaran untuk anak usia dini. Lagu tersebut digunakan untuk mengenalkan arti warna merah, kuning, dan hijau dalam konteks disiplin dan keselamatan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kemungkinan pengembangan lagu sesuai tema mingguan yang biasa digunakan di sekolah. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mulai mencoba membuat lagu sendiri berdasarkan lirik yang telah disusun.
Salah satu guru peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru dalam menyiapkan materi ajar. “Biasanya kami menggunakan lagu dari sumber umum di internet. Melalui pelatihan ini, kami jadi mengetahui bahwa lagu bisa dibuat sendiri sesuai kebutuhan tema pembelajaran dan karakter anak-anak di kelas,” ungkap salah satu peserta.
Tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri guru dalam menggunakan media digital secara mandiri. Dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan teknis, para peserta diharapkan dapat melanjutkan eksplorasi media pembelajaran berbasis lagu di lingkungan sekolah.
Selain mendukung kreativitas guru, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan bank lagu edukatif internal sekolah, sehingga hasil karya guru dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran khas TK Islam Cikal Cendekia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk kontribusi UNDIRA dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan anak usia dini.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dan masyarakat, tim PkM Program Studi Teknik Informatika UNDIRA juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, maupun instansi lain yang ingin menghadirkan kegiatan serupa. Topik yang dapat dikembangkan mencakup literasi digital, pengembangan aplikasi, kecerdasan buatan (AI), desain UI/UX, serta pemanfaatan teknologi digital lainnya sesuai kebutuhan mitra. Bagi pembaca atau institusi yang berminat mengundang sebagai narasumber maupun menjalin kemitraan dalam kegiatan PkM, dapat menghubungi melalui email muhammad.patria@undira.ac.id.
Dokumentasi video kegiatan PkM dapat disaksikan berikut ini:




