Fitur TikTok AI Voice telah menjadi salah satu alat yang paling diminati oleh kreator konten di Indonesia. Dengan kemampuan untuk mengubah teks menjadi suara otomatis, pengguna dapat dengan mudah membuat narasi tanpa perlu merekam suara secara manual. Fitur ini pertama kali diperkenalkan sebagai bagian dari inisiatif aksesibilitas, namun kini telah berkembang menjadi tren utama di platform tersebut.

Sejarah Penggunaan Suara AI di TikTok

Pengguna aktif TikTok di Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan suara khas yang sering muncul dalam berbagai video. Suara ini awalnya digunakan untuk mendukung pengguna dengan kebutuhan khusus, seperti penglihatan terbatas. Namun, seiring waktu, para kreator mulai menemukan potensi hiburan dari fitur ini. Mulai dari parodi hingga ulasan produk, suara AI menjadi semakin populer.

Di tahun 2021, TikTok sempat menghadapi isu hak cipta suara, sehingga mereka memutuskan untuk mengganti penyedia dan menambahkan variasi suara berlisensi resmi. Salah satu suara ikonik yang muncul adalah “Jessie”, yang sempat viral di berbagai video.

Pilihan Suara TikTok AI Voice di Tahun 2025

Sekarang, TikTok menawarkan berbagai pilihan suara yang lebih beragam, termasuk untuk pengguna di Indonesia. Beberapa opsi suara yang tersedia antara lain:

  • Suara formal – cocok untuk konten edukasi atau tutorial.
  • Suara ceria dan santai – banyak digunakan untuk vlog harian atau konten hiburan.
  • Suara karakter unik – seperti narator film atau suara kartun, yang bisa membuat konten lebih dramatis.
  • Suara regional – meskipun masih terbatas, TikTok mulai menambahkan aksen dari beberapa daerah.

Meski pilihan suara untuk bahasa Indonesia masih sedikit dibanding bahasa Inggris, tren ini diharapkan akan berkembang seiring meningkatnya jumlah pengguna TikTok di Indonesia.

Alasan Kreator Indonesia Menggunakan AI Voice

Menurut laporan TikTok, penggunaan AI voice meningkat signifikan karena beberapa alasan:

  • Produksi konten lebih cepat – cukup ketik teks dan pilih suara, tanpa perlu rekaman manual.
  • Privasi terjaga – banyak kreator yang merasa tidak nyaman menggunakan suara asli.
  • Konten lebih konsisten – penggunaan satu suara yang sama memberikan kesan profesional.
  • Mudah diakses – hanya melalui aplikasi TikTok, tanpa perlu alat tambahan.
  • Meningkatkan engagement – suara AI menambah nilai hiburan, terutama jika dipadukan dengan tren lokal seperti humor atau review produk.

Tips Menggunakan TikTok AI Voice

Untuk kreator konten di Indonesia, berikut beberapa tips dalam menggunakan TikTok AI Voice:

  • Gunakan suara yang sesuai dengan tema konten – misalnya, suara formal untuk konten edukasi.
  • Coba variasi suara – gunakan suara unik untuk membuat konten lebih menarik.
  • Padukan dengan tren lokal – seperti humor receh atau review produk.
  • Perhatikan durasi video – jangan terlalu panjang agar penonton tetap tertarik.
  • Uji coba berbagai opsi – cari suara yang paling cocok dengan gaya Anda.

Dengan penggunaan yang tepat, TikTok AI Voice dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas dan engagement konten.