TikTok tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak kreator. Di Indonesia, platform ini berkembang pesat dan melahirkan banyak figur publik baru. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah berapa sebenarnya bayaran TikTok untuk kreator di tahun 2025? Dan bagaimana cara kreator Indonesia memaksimalkan peluang monetisasi?

Mengapa TikTok Menarik untuk Kreator di Indonesia?

TikTok memiliki lebih dari 120 juta pengguna aktif di Indonesia, menjadikannya salah satu pasar terbesar di dunia. Tingkat engagement (like, komentar, dan share) di Indonesia juga sangat tinggi karena pengguna muda cenderung aktif berinteraksi dengan konten. Selain itu, TikTok Indonesia gencar mendorong fitur TikTok Shop, Live Streaming, hingga program kemitraan dengan brand lokal. Artinya, peluang menghasilkan uang lebih terbuka lebar, bahkan untuk kreator dengan jumlah followers yang belum terlalu besar.

Berapa Bayaran TikTok Per View?

Secara resmi, TikTok melalui Creator Rewards Program (program yang menggantikan Creator Fund) membayar sekitar Rp75 – Rp150 per 1.000 views (setara 50 sen – 1 dolar AS). Namun, nominal ini masih bergantung pada beberapa faktor:

  • Durasi video: semakin lama, semakin berpotensi menghasilkan lebih banyak.
  • Kualitas engagement: like, share, komentar, dan watch time.
  • Jenis konten: konten edukasi, ulasan produk, dan hiburan cenderung lebih bernilai.

Sebagai contoh, jika satu video mendapatkan 1 juta views, penghasilan dari program resmi TikTok berkisar Rp750 ribu – Rp1,5 juta. Angka ini belum termasuk pendapatan tambahan dari brand deals atau penjualan produk.

Creator Rewards Program TikTok di Indonesia

Program ini hadir untuk menggantikan TikTok Creator Fund yang dinilai terlalu kecil bayarannya. Tujuannya adalah memberikan kompensasi lebih baik kepada kreator dengan konten asli dan berdurasi lebih panjang (minimal 1 menit).

Syarat Bergabung Creator Rewards Program

Untuk kreator di Indonesia, syaratnya antara lain:

  • Berusia minimal 18 tahun.
  • Akun publik dengan setidaknya 10.000 followers.
  • Mencapai 100.000 views dalam 30 hari terakhir.
  • Membuat konten orisinal, bukan hasil duplikat, stitch, atau duet saja.
  • Mematuhi pedoman komunitas TikTok.

Dengan memenuhi syarat di atas, kreator bisa mulai mendapatkan penghasilan rutin dari video mereka.

Cara Lain Mendapatkan Uang di TikTok

Selain program resmi, kreator di Indonesia bisa menggabungkan beberapa sumber penghasilan. Berikut metode paling populer:

  1. Kolaborasi dengan Brand (Sponsored Content) – Kreatif bisa bekerja sama dengan brand lokal maupun internasional untuk promosi produk. Pendapatan bervariasi tergantung jumlah followers dan engagement.

  2. Live Streaming – Dengan menggunakan fitur live streaming, kreator dapat menerima donasi dari penonton. Banyak kreator sukses mengumpulkan uang melalui cara ini.

  3. TikTok Shop – Melalui fitur TikTok Shop, kreator bisa menjual produk sendiri atau menjadi reseller. Ini memberi peluang tambahan pendapatan tanpa harus membuat konten iklan.

  4. Pengiklanan Internal – Kreator bisa memasang iklan di video mereka, terutama jika memiliki audiens yang besar dan target pasar yang jelas.

Strategi Sukses untuk Kreator Lokal

Untuk memaksimalkan potensi penghasilan di TikTok, kreator perlu fokus pada beberapa strategi:

  • Membuat konten yang menarik dan orisinal.
  • Mengoptimalkan waktu upload agar sesuai dengan jam sibuk pengguna.
  • Meningkatkan interaksi dengan audiens melalui komentar dan respons cepat.
  • Membangun hubungan dengan brand lokal yang ingin berkolaborasi.

Dengan kombinasi strategi dan konsistensi, kreator TikTok di Indonesia bisa meraih kesuksesan finansial yang signifikan.