radarbaru.com – Pernah dengar orang bilang, “Parkir goceng ya” atau “Makan siang ceban doang”? Kalau iya, berarti kamu sudah akrab dengan istilah gaul uang yang sering dipakai masyarakat Indonesia.

Menariknya, meski zaman terus berubah dan pembayaran makin digital, istilah seperti gopek, cepek, goceng, ceban, hingga gocap justru tetap hidup. Dipakai di tongkrongan, chat WhatsApp, komentar media sosial, bahkan konten viral TikTok.

Lalu, apa arti sebenarnya istilah-istilah gaul uang tersebut? Kenapa bisa awet dipakai sampai sekarang? Yuk, kita bahas lengkap tapi santai.

Apa Itu Istilah Gaul Uang?

Istilah gaul uang adalah sebutan tidak resmi untuk menyebut nominal rupiah dalam percakapan sehari-hari. Tujuannya sederhana: biar ngobrol lebih santai, cepat, dan nggak kaku.

Daripada bilang “sepuluh ribu rupiah”, orang Indonesia lebih memilih bilang ceban. Selain ringkas, rasanya juga lebih akrab.

Istilah Gaul Uang Paling Populer dan Artinya

Berikut daftar istilah gaul uang yang paling sering dipakai dan hampir semua orang Indonesia paham.

Gopek

Artinya: Rp500. Biasanya dipakai untuk uang receh atau kembalian kecil.

“Masih ada gopek nggak buat parkir?”

Cepek

Artinya: Rp100. Walau jarang terlihat fisiknya, istilah ini masih sering muncul.

“Kurang cepek doang nih.”

Goceng

Artinya: Rp5.000. Salah satu istilah paling legendaris.

“Parkir motor goceng aja.”

Ceban

Artinya: Rp10.000. Favorit anak kos dan pekerja.

“Makan siang ceban, kenyang.”

Gocap

Artinya: Rp50.000. Biasanya muncul saat dompet mulai menipis.

“Dompet tinggal gocap, aman nggak nih?”

Istilah Gaul Uang untuk Nominal Besar

Kalau nominal makin besar, sebutannya juga ikut disamarkan biar nggak terlalu “terang-terangan”.

Selembar

Umumnya merujuk pada Rp100.000.

“Pinjem selembar dulu, nanti gue ganti.”

Seratusan

Masih berarti sekitar 100 ribu rupiah.

“Bayarnya seratusan ya.”

Jutaan / Goceng Kali

Biasanya dipakai secara bercanda.

“Proyeknya gede, goceng kali itu.”

Bahasa Gaul Uang yang Viral di Media Sosial

Di era media sosial, istilah gaul uang makin kreatif dan relate.

  • Receh → uang sedikit
  • Dompet kering → nggak punya uang
  • Saldo aman → masih punya duit
  • Tanggal tua → akhir bulan
  • Tipis → kondisi keuangan pas-pasan

Contoh kalimat yang sering viral: “Tanggal tua, saldo tipis, dompet kering”

Kalimat seperti ini sering muncul di FYP karena sangat dekat dengan keseharian banyak orang.

Asal-usul Istilah Gaul Uang di Indonesia

Banyak yang nggak sadar, istilah gaul uang di Indonesia punya akar sejarah. Sebagiannya dipengaruhi oleh:

  • bahasa Tionghoa (seperti gopek dan goceng),
  • kebiasaan pasar tradisional,
  • budaya nongkrong,
  • dan kini menyebar cepat lewat media sosial.

Karena sudah lama digunakan, istilah ini terasa natural dan nggak pernah terasa asing.

Istilah gaul uang seperti gopek, cepek, goceng, ceban, dan gocap bukan sekadar bahasa slang. Ini adalah bagian dari cara orang Indonesia berkomunikasi—santai, ringkas, dan penuh konteks.

Selama orang masih belanja, nongkrong, dan ngerasain tanggal tua, istilah-istilah ini akan terus dipakai dan dicari. Nggak heran kalau topik ini selalu punya potensi viral dan trafik tinggi.