Jakarta, radarbaru.comPT Tau Aja Digital Indonesia secara resmi menyampaikan laporan kinerja keuangan untuk periode operasional 15 April hingga 15 November 2025, yang mencakup Kuartal I dan Kuartal II tahun pertama perusahaan beroperasi. Laporan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama Nomor 001A1/SK-DIRUT/PT-TADI/I/2025 sebagai bentuk komitmen perseroan terhadap penerapan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan hukum sejak awal berdirinya perusahaan. Penyampaian laporan ini menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat kredibilitas internal, dan memastikan setiap aktivitas operasional dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Dalam rentang waktu tujuh bulan tersebut, perseroan memfokuskan diri pada dua kegiatan utama, yaitu penyediaan layanan media kreatif dan tahap awal pengembangan super app Sintara. Seluruh aktivitas usaha pada fase ini masih bersifat terbatas karena perusahaan menempatkan prioritas pada validasi model bisnis, uji pasar, serta pembangunan infrastruktur digital dan manajerial yang akan menjadi pondasi operasional pada tahun-tahun berikutnya. Meskipun masih berada dalam tahap pengembangan awal dan belum mengoperasikan seluruh layanan secara penuh, perusahaan mampu membukukan omzet sekitar Rp263 juta, dengan laba kotor sebesar Rp23 juta dan laba bersih sekitar Rp21 juta setelah seluruh kewajiban perpajakan terpenuhi. Berdasarkan arus kas berjalan, perseroan mencatat saldo kas sekitar Rp138 juta pada akhir periode tersebut. Capaian ini menunjukkan bahwa model usaha awal yang dijalankan memberikan potensi berkelanjutan, meskipun masih berada dalam tahap pembentukan dan penyusunan sistem internal.

Perseroan menjelaskan bahwa keterbatasan operasional selama Kuartal I–II tahun 2025 terutama disebabkan oleh struktur organisasi yang belum sepenuhnya terbentuk, termasuk tim operasional, unit manajemen, dan standar prosedur kerja yang masih dalam tahap penyempurnaan. Proses perumusan SOP, pembentukan divisi fungsional, penguatan peran keuangan, dan desain alur produksi konten masih berlangsung sepanjang periode pelaporan. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kondisi Direktur Utama, Muhammad Tawwad Al-Waro’i, yang hingga saat ini masih berstatus sebagai pelajar tingkat menengah atas. Situasi ini berdampak pada ritme eksekusi sejumlah agenda strategis, sehingga perseroan memutuskan untuk memperkuat pembangunan internal terlebih dahulu, sambil menyiapkan langkah ekspansi yang lebih komprehensif setelah penyelesaian pendidikan formal oleh pimpinan perusahaan.

Memasuki tahun buku 2026, PT Tau Aja Digital Indonesia merencanakan transisi menuju fase operasional penuh dengan agenda penguatan struktur manajerial, penataan fungsi internal, serta penyeragaman standar layanan. Perusahaan menargetkan pembentukan manajemen fungsional yang meliputi aspek keuangan, hukum, riset, SDM, produksi konten, dan operasional. Selain itu, perseroan juga berfokus pada penyempurnaan standar mutu layanan media kreatif, peningkatan kapasitas produksi, serta akselerasi pengembangan super app Sintara sebagai salah satu pilar utama dalam portofolio digital perusahaan. Seluruh langkah pada tahun 2026 akan diarahkan untuk memastikan kemampuan operasional perusahaan dapat berjalan secara berkelanjutan, terstruktur, dan memiliki tingkat kesiapan yang lebih matang untuk menghadapi pertumbuhan usaha yang lebih besar.

Perseroan menekankan bahwa laporan kuartalan ini bukan merupakan laporan tahunan final, melainkan dasar untuk melakukan evaluasi strategi, penyesuaian kebijakan internal, dan perencanaan operasional jangka menengah. PT Tau Aja Digital Indonesia menegaskan komitmennya untuk senantiasa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk transparansi laporan keuangan, pemenuhan kewajiban perpajakan, akuntabilitas pengelolaan kas dan aset, serta keterbukaan informasi kepada publik dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan pijakan finansial yang stabil pada fase awal, disertai perencanaan strategis yang terarah menuju 2026, perseroan berharap dapat memperluas kapasitas layanan, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas digital yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.