Radar Baru, Magelang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) mengambil langkah nyata dalam pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Magelang. Mengusung tema “Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan”, tim KKN Untidar menyalurkan total 150 bibit pohon di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Rabu (21/1/2026).
Aksi hijau ini melibatkan sinergi kuat antara mahasiswa, Pemerintah Desa Sumberejo, serta perwakilan perkumpulan petani dan peternak setempat.
Target Penanaman dan Konservasi
Dari total 150 bibit yang disiapkan, sebanyak 62 bibit ditanam secara langsung di titik-titik konservasi desa. Jenis pohon yang ditanam difokuskan pada penguatan struktur tanah dan perlindungan sumber air, meliputi bibit pohon beringin, kayu manis, lamtoro lawu, albasia, talas, besiar, dan sanca.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kami memilih jenis pohon seperti beringin dan lamtoro lawu untuk memastikan daya ikat air di desa ini tetap terjaga,” ujar Fiqri selaku perwakilan mahasiswa KKN Universitas Tidar Desa Sumberejo.
Tanggapan positif diberikan oleh Kepala Desa Sumberejo Bapak Subandi, Pak Subandi mengucapkan rasa terima kasih sebagai perwakilan pemeritah desa, “saya ucapkan terima kasih kepada tim KKN Untidar Desa Sumberejo tahun 2026 atas program kerja ‘menanam hari ini, menjaga masa depan’ untuk masyarakat Desa Sumberejo,” ujarnya
Pemberdayaan Ekonomi Petani dan Peternak
Selain penanaman untuk konservasi, sebanyak 88 bibit tanaman produktif yang terdiri dari bibit kopi dan jambu dibagikan kepada warga. Bibit-bibit tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah anggota kelompok tani dan kelompok peternak.
Langkah ini diambil untuk mendukung potensi ekonomi lokal. Kecamatan Ngablak yang memiliki udara sejuk dinilai sangat potensial untuk pengembangan komoditas kopi dan buah-buahan, sehingga diharapkan mampu menambah penghasilan warga di masa mendatang.
Sinergi Masa Depan
Pihak Pemerintah Desa Sumberejo menyambut positif inisiatif ini. Kolaborasi dengan kelompok tani dan peternak sengaja dilakukan agar bibit yang telah dibagikan maupun yang ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan.
Program kerja ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam merespons isu lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pedesaan.




