TikTok telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam dunia media sosial. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, platform ini tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi video pendek, tetapi juga menjadi alat pemasaran yang kuat bagi bisnis. Jumlah pengikut di TikTok mencerminkan seberapa besar jangkauan akun Anda. Semakin banyak pengikut, semakin besar peluang mendapatkan penayangan, interaksi, dan konversi penjualan.
Membangun pengikut di TikTok membutuhkan strategi konsisten, pemahaman audiens, serta kreativitas dalam membuat konten. Berikut beberapa langkah penting untuk meningkatkan jumlah pengikut secara organik dan berkelanjutan.
Pahami Target Audiens Anda
Langkah pertama adalah mengetahui siapa audiens yang ingin Anda jangkau. Buat profil audiens ideal: usia, gender, minat, hingga gaya hidup. Contoh:
- Jika target Anda adalah remaja 15–19 tahun, gunakan bahasa yang santai, tren populer, serta topik yang relate dengan dunia mereka.
- Jika target Anda adalah ibu rumah tangga, konten tips rumah tangga atau resep sederhana bisa lebih efektif.
Gunakan riset kompetitor, survei, dan analisis hashtag untuk menemukan siapa yang paling cocok dengan konten Anda. Dengan begitu, video yang dibuat bisa lebih relevan dan tepat sasaran.
Ikuti Tren dan Challenge TikTok
TikTok dikenal dengan tren viral yang cepat menyebar, mulai dari challenge menari, meme lucu, hingga penggunaan lagu populer. Mengikuti tren bukan berarti kehilangan identitas brand. Sebaliknya, gunakan tren sebagai wadah untuk memperkenalkan produk atau ide Anda dengan cara yang lebih menyenangkan.
Misalnya, sebuah brand kecantikan bisa ikut challenge makeup transformation, sedangkan bisnis kuliner bisa mencoba tren resep unik dengan bahan produk mereka.
Tips:
– Manfaatkan TikTok Trend Discovery untuk melihat hashtag, lagu, dan konten apa yang sedang naik daun.
– Tambahkan kreativitas Anda agar konten tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi tetap punya ciri khas.
Ceritakan Kisah yang Menarik
Storytelling adalah kunci untuk membuat konten yang meninggalkan kesan mendalam. Menurut Maggie Sellers, seorang kreator TikTok sekaligus founder Hot Smart Rich Media, “Seorang marketer yang baik adalah storyteller yang baik.”
Beberapa ide storytelling di TikTok:
– Cerita di balik layar pembuatan produk.
– Kisah perjalanan usaha atau perjuangan personal.
– Menjawab pertanyaan followers dengan narasi yang dekat dan personal.
Dengan menyampaikan cerita, followers akan merasa lebih terhubung dengan Anda, bukan sekadar menonton iklan.
Amati Kompetitor Anda
Jangan ragu untuk mempelajari strategi kompetitor. Lihat bagaimana brand lain di niche Anda membuat konten, jenis video apa yang paling banyak mendapat view, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan audiens. Analisis ini dapat memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan strategi Anda sendiri.
Gunakan Fitur TikTok yang Tersedia
TikTok menawarkan berbagai fitur yang dapat membantu Anda meningkatkan engagement dan pertumbuhan pengikut. Misalnya, TikTok Stories memungkinkan Anda berbagi konten sementara yang bisa dilihat selama 24 jam. Fitur ini sangat cocok untuk promosi produk atau update terbaru.
Selain itu, TikTok Trend Discovery membantu Anda menemukan tren yang sedang populer, sehingga konten Anda tetap relevan dan menarik perhatian.
Konsistensi dan Kualitas Konten
Konsistensi adalah kunci dalam membangun audiens di TikTok. Posting konten secara rutin agar pengikut tetap tertarik dan menunggu konten baru. Namun, jangan lupa bahwa kualitas konten juga penting. Pastikan setiap video yang Anda unggah memiliki nilai tambah, baik itu informasi, hiburan, atau inspirasi.
Interaksi dengan Audiens
Jangan hanya fokus pada pembuatan konten. Interaksi dengan audiens juga sangat penting. Jawab komentar, ajak pengikut berpartisipasi dalam poll atau survey, dan buat konten yang mendorong interaksi seperti challenge atau giveaway. Hal ini akan meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pengikut.
Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam membuat konten, Anda dapat membangun pengikut yang aktif dan loyal di TikTok. Mulailah dengan memahami audiens, ikuti tren, ceritakan kisah yang menarik, dan jangan lupa untuk terus berinteraksi dengan pengikut Anda.




