Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza berdampak langsung pada ketahanan pangan warga sipil. Di tengah rusaknya rantai distribusi, keterbatasan akses bahan makanan, serta menurunnya daya beli masyarakat, kebutuhan pangan menjadi isu paling mendesak. Bagi banyak keluarga, persoalannya kini bukan lagi kualitas makanan, melainkan apakah mereka dapat makan hari ini.
Dalam situasi seperti ini, donasi kemanusiaan memainkan peran penting sebagai penyangga ketahanan pangan. Bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlangsungan hidup warga sipil di tengah kondisi yang belum stabil.
Keterbatasan pasokan membuat harga bahan pokok meningkat tajam. Banyak keluarga terpaksa mengurangi porsi makan atau mengandalkan makanan sederhana dengan nilai gizi minim. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terdampak, dengan risiko kekurangan gizi yang berkelanjutan. Di wilayah pengungsian, makanan sering dibagi untuk banyak orang dengan jumlah yang sangat terbatas.
Di sinilah donasi menunjukkan dampaknya secara nyata. Bantuan pangan yang masuk memungkinkan distribusi paket makanan, bahan pokok, serta makanan siap konsumsi bagi keluarga terdampak. Bagi warga sipil, bantuan tersebut tidak hanya mengisi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman sementara di tengah ketidakpastian.
Program bantuan pangan yang didukung donasi juga membantu menstabilkan kondisi di lapangan. Dengan adanya pasokan makanan yang relatif terjaga, warga tidak sepenuhnya terjerumus dalam krisis kelaparan massal. Ketahanan pangan yang terbatas tetap dapat dipertahankan, meski dalam kondisi yang jauh dari ideal.
Dari Indonesia, kepedulian masyarakat turut berkontribusi dalam upaya ini. Donasi untuk bantu gaza yang dihimpun melalui berbagai lembaga kemanusiaan disalurkan untuk mendukung kebutuhan pangan warga Gaza. Salah satu jalur yang dimanfaatkan masyarakat adalah melalui KasihPalestina, yang menyalurkan bantuan berupa paket pangan, kebutuhan dasar, serta dukungan kemanusiaan bagi keluarga terdampak.
Meski donasi tidak dapat menghentikan konflik, dampaknya terhadap ketahanan pangan warga sipil sangat nyata. Bantuan tersebut membantu keluarga bertahan dari hari ke hari, mengurangi risiko kelaparan, dan menjaga kesehatan kelompok rentan. Dalam konteks krisis kemanusiaan, donasi menjadi bentuk solidaritas yang langsung dirasakan manfaatnya.
Selama kondisi di Gaza masih belum pulih, dukungan terhadap upaya ketahanan pangan tetap menjadi kebutuhan mendesak. Donasi, dalam bentuk apa pun, berperan menjaga kehidupan warga sipil agar tetap memiliki harapan di tengah situasi yang sulit dan penuh ketidakpastian.




